Riset: Bahaya Erupsi Gunung Berapi di Ternate

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Landskap Pulau Ternate yang terbentuk dari letusan gunung berapi. Kredit: Tommy Reog/Pixabay

Pada Februari 2020, peneliti dari Universitas Gadjah Mada menerbitkan sebuah jurnal di International Journal of GEOMATE. Jurnal ini amat menarik karena menjelaskan ada potensi erupsi gunung berapi di Ternate.

Peneliti tersebut adalah Agung Hidayat, Muhammad Aris Marfai, dan Danang Sri Hadmoko. Isi lebih lengkap penelitian mereka bisa di lihat di sini. Namun beberapa poin penting penelitian tersebut adalah:

  • Pulau Ternate merupakan pulau vulkanik yang terbentuk dari hasil gunung berapi Gamalama sejak ribuan tahun lalu. Luas pulau mencakup 111,4 km2 dan dihuni oleh lebih dari 200 ribu orang.
  • Pulau ini terbentuk karena erupsi Gunung Gamalama sekitar 500 tahun lalu. Setelah itu, Gunung Gamalama masih meletus dengan frekuesi tiap satu tahun hingga setiap 50 tahun.
  • Ada potensi bahaya vulkanik primer yaitu keluarnya pijar material vulkanik (abu vulkanik, pasir, dan kerikil, aliran lava, dan aliran piroklastik). Bahaya sekunder yang bisa muncul mengancam warga pulau berupa lahar dan tsunami vulkanik.
  • Berdasarkan pelajaran dari letusan gunung berapi sebelumnya, ada beberapa tantangan yang dialami Pulau Ternate untuk mempersiapkan penduduk dari bencana. Tantangan itu adalah kesiapan infrastruktur untuk menetapkan lokasi evakuasi, moda transportasi untuk menuju lokasi evakuasi, pendirian titik kumpul, lokasi pelabuhan untuk evakuasi, dan durasi yang dibutuhkan ketika pengumuman bencana hingga selesai evakuasi.
  • Peneliti memberikan sejumlah rekomendasi mitigasi yaitu dengan adanya pulau saudara. Konsep pulau saudara atau “sister island” ini merupakan sistem jaringan antar komunitas di pulau yang rawan bencana dengan masyarakat di pulau lain yang aman. Jariangan ini untuk mempersiapkan prosedur evakuasi. Maksudnya, agar warga pulau yang terkena bahaya bisa evakuasi dengan aman ke pulau yang tidak terkena bahaya.

Teks: Indri Maulidar

ARTIKEL TERKAIT

RISET