Data Kebencanaan di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Badan Nasional Penanggulangan Bencana rutin mengeluarkan data kebencanaan di Indonesia. Salah satunya adalah infografis di atas yang memaparkan data kebencanaan Indonesia pada Juli 2021.

Sebelum atau saat liputan, wartawan harus paham konteks kebencanaan di Indonesia. Kenapa bencana terjadi? Kenapa berulang? Kenapa ada korban jiwa? Siapa yang bertanggungjawab dalam proses evakuasi dan proses rehabilitasi? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dipahami wartawan peliput bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, menjelaskan wartawan peliput bencana harus paham proses kebencanaan. Dari proses mitigasi dan pencegahan, proses evakuasi dan tanggap darurat, hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi. “Wartawan jangan hanya meliput saat proses evakuasi dan tanggap darurat saja. Tapi juga saat sebelum dan sesudah kejadian,” kata Agus.

Untuk memperkaya liputan, banyak data di luar sana yang dapat digunakan wartawan untuk meliput bencana. Berikut di antaranya:

Buku-buku kebencanaan yang dikeluarkan BNPB.

Badan Pusat Statistik mengeluarkan beberapa jenis data mengenai mitigasi bencana. Di antaranya, data banyaknya desa/kelurahan yang memiliki sistem mitigasi seperti peringatan dini, jumlah desa yang terdampak bencana, dan lain-lain.

Website Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika. Memperlihatkan data terbaru kejadian gempa di Indonesia dan analisisnya. Bisa juga diakses dalam Bahasa Inggris.

Website U.S. Geological Survey yang memberikan laporan baru mengenai gempa. Memperlihatkan juga gempa terbaru di Indonesia.

Website NOAA Center for Tsunami ResearchMemperlihatkan data terbaru kejadian tsunami dan analisisnya, termasuk kejadian di Indonesia.

Geoportal Data Bencana Indonesia.

Buku Resiko Bencana Indonesia, disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 2016. Download buku Resiko Bencana Indonesia.

Teks: Indri Maulidar

ARTIKEL TERKAIT

RISET